Powered By Blogger

Cari Blog Ini

Selasa, 24 April 2018

Opini : Cumlaude, Tak Menentukan Kesuksesanmu (Sebuah Refleksi Diri)


Gelar Cumlaude, Membuka Lapangan Pekerjaan atau Menunggu Lapangan Pekerjaan?


Sebelum saya memiliki ide untuk menulis opini ini, saya merasakan keprihatinan yang mendalam atas hasil dari lulusan perguruan tinggi yang akhir-akhir ini terjadi, baik perguruan tinggi swasta maupun perguruan tinggi negeri yang setiap tahunnya melahirkan ribuan wisudawan. Bagai gayung tak bersambut, banyak wisudawan yang telah menyelesaikan pendidikannya memilih berkutat dirumah dan menunggu dibukanya lowongan pekerjaan dengan harapan lowongan pekerjaan sebagai Pegawai Negri Sipil (PNS) menjadi pekerjaan ideal yang akan sangat menguntungkan dikemudian hari karena akan mendapatkan gaji tetap padahal menjadi wirausaha labih baik daripada berdiam diri. Jika berfikir dengan orientasi PNS akan menguntungkan bagi hidup kita adalah salah, jika pengangguran adalah pilihan yang diambil sambil menunggu dibukanya tes kepegawaian itu akan menimbulkan masalah baru, bukan hanya untuk tiap individu tapi juga untuk negara. Karena angka kemiskinan akibat pengangguran akan semakin meningkat ditambahnya kondisi ekonomi indonesia yang belum stabil.

Tidak Cukup Tinggi IP, Tambahlah Pengalaman Organisasi

Didalam dunia kampus mungkin kita harus dituntut untuk berperan aktif dalam setiap perkuliahan, dan hakikatnya mahasiswa untuk belajar serta meraih nilai-nilai perkuliahan yang bagus dengan ditunjukan melalui Indeks Prestasi (IP) tiap semesternya, namun hanya menjadi mahasiswa yang hanya belajar di ruang kelas juga tidak cukup bagi mahasiswa untuk meraih ilmu, diperlukan pengembangan softskill dan adaptasi lingkungan dengan kegiatan ekstrakulikuler dan lain sebagainya. Jika di presentasekan dalam metode pembelajaran di perguruan tinggi yaitu 30% dari dosen/pengajar dan 70% dari mahasiswa dengan mengembangankan ilmu pengetahuan dari luar kelas. Sebagai mahasiswa, memang kita dituntun untuk bagus dari sisi akademis namun juga harus memiliki aktivitas yang dapat menunjang pengembangan diri contohnya ; aktif dalam beberapa Organisasi baik Internal Kampus atau Eksternal Kampus seperti OKP,Paguyuban,Ormas,dll. Aktif dalam organisasi juga jangan membuat terlena diri sehingga membuat meninggalkan kewajiban kita sebagai insan akademis, loyalitas memang perlu dalam organisasi dan organisasi juga dapat membuat kita memiliki pengetahuan luas, meningkatkan rasa sosial, memperluas networking atau relasi, serta menambah pengalaman serta kawan. Jika anda memiliki predikat cumlaude dengan IPK 3,50+ anda akan dapat panggilan interview kerja, namun jika anda tidak memiliki pengalaman organisasi dan tidak mampu memanagement sesuatu terutama diri sendiri anda akan gagal sebagai pekerja, karena didalam perusahaan IPK bukan yang utama.

Buka Peluaang Usaha, Jangan Tunggu Lama

Sebagai seseorang yang telah mendapatkan bekal ilmu di perguruan tinggi apalagi mendapatkan predikat cumlaude, kita harus membuka cakrawala serta wawasan secara global karena pada hakikatnya implementasi ilmu kita adalah setelah lulus dari perguruan tinggi dan mampu memberi manfaaat serta dampak baik bagi masyarakat dengan bekal ilmu yang didapat harusnya kita yang menciptakan lapangan pekerjaan serta inovasi baru demi memajukan sebuah peradaban.  Jangan berpangku tangan dengan hanya menunggu dibukanya tes kepegawaiaan maupun kontrak karena itu akan menyulitkanmu dalam mengembangkan ilmu yang didapat. Semoga apa yang kita cita-citakan dapat tercapai dengan maksimal, berusaha serta berdoa menjadi pendampingmu dalam menuju kesuksesan.

0 komentar:

Posting Komentar