Gelar Cumlaude,
Membuka Lapangan Pekerjaan atau Menunggu Lapangan Pekerjaan?
Sebelum saya memiliki ide untuk menulis opini ini, saya
merasakan keprihatinan yang mendalam atas hasil dari lulusan perguruan tinggi
yang akhir-akhir ini terjadi, baik perguruan tinggi swasta maupun perguruan
tinggi negeri yang setiap tahunnya melahirkan ribuan wisudawan. Bagai gayung
tak bersambut, banyak wisudawan yang telah menyelesaikan pendidikannya memilih
berkutat dirumah dan menunggu dibukanya lowongan pekerjaan dengan harapan
lowongan pekerjaan sebagai Pegawai Negri Sipil (PNS) menjadi pekerjaan ideal
yang akan sangat menguntungkan dikemudian hari karena akan mendapatkan gaji
tetap padahal menjadi wirausaha labih baik daripada berdiam diri. Jika berfikir dengan orientasi PNS akan menguntungkan bagi hidup kita
adalah salah, jika pengangguran adalah pilihan yang diambil sambil menunggu
dibukanya tes kepegawaian itu akan menimbulkan masalah baru, bukan hanya untuk
tiap individu tapi juga untuk negara. Karena angka kemiskinan akibat
pengangguran akan semakin meningkat ditambahnya kondisi ekonomi indonesia yang
belum stabil.
Tidak
Cukup Tinggi IP, Tambahlah Pengalaman Organisasi
Didalam dunia kampus mungkin kita harus dituntut untuk
berperan aktif dalam setiap perkuliahan, dan hakikatnya mahasiswa untuk belajar
serta meraih nilai-nilai perkuliahan yang bagus dengan ditunjukan melalui
Indeks Prestasi (IP) tiap semesternya, namun hanya menjadi mahasiswa yang hanya
belajar di ruang kelas juga tidak cukup bagi mahasiswa untuk meraih ilmu,
diperlukan pengembangan softskill dan adaptasi lingkungan dengan kegiatan
ekstrakulikuler dan lain sebagainya. Jika di presentasekan dalam metode pembelajaran
di perguruan tinggi yaitu 30% dari dosen/pengajar dan 70% dari mahasiswa dengan
mengembangankan ilmu pengetahuan dari luar kelas. Sebagai mahasiswa, memang
kita dituntun untuk bagus dari sisi akademis namun juga harus memiliki
aktivitas yang dapat menunjang pengembangan diri contohnya ; aktif dalam
beberapa Organisasi baik Internal Kampus atau Eksternal Kampus seperti
OKP,Paguyuban,Ormas,dll. Aktif dalam organisasi juga jangan membuat terlena
diri sehingga membuat meninggalkan kewajiban kita sebagai insan akademis,
loyalitas memang perlu dalam organisasi dan organisasi juga dapat membuat kita
memiliki pengetahuan luas, meningkatkan rasa sosial, memperluas networking atau
relasi, serta menambah pengalaman serta kawan. Jika anda memiliki predikat
cumlaude dengan IPK 3,50+ anda akan dapat panggilan interview kerja, namun jika
anda tidak memiliki pengalaman organisasi dan tidak mampu memanagement sesuatu terutama
diri sendiri anda akan gagal sebagai pekerja, karena didalam perusahaan IPK
bukan yang utama.
Buka Peluaang Usaha, Jangan Tunggu Lama
Sebagai seseorang yang telah mendapatkan bekal ilmu di
perguruan tinggi apalagi mendapatkan predikat cumlaude, kita harus membuka
cakrawala serta wawasan secara global karena pada hakikatnya implementasi ilmu
kita adalah setelah lulus dari perguruan tinggi dan mampu memberi manfaaat serta
dampak baik bagi masyarakat dengan bekal ilmu yang didapat harusnya kita yang
menciptakan lapangan pekerjaan serta inovasi baru demi memajukan sebuah
peradaban. Jangan berpangku tangan
dengan hanya menunggu dibukanya tes kepegawaiaan maupun kontrak karena itu akan
menyulitkanmu dalam mengembangkan ilmu yang didapat. Semoga apa yang kita
cita-citakan dapat tercapai dengan maksimal, berusaha serta berdoa menjadi
pendampingmu dalam menuju kesuksesan.


0 komentar:
Posting Komentar