INDONESIA NEGERI
PARA CALO
Indonesia
merupakan Negara yang beragam rupa, karakter, dan budaya yang kental dengan
pola realitas social, politik dan ekonomi. Dengan sejarah panjang bangsa Indonesia
mulai dari zaman kerajaan, penjajahan, kemerdekaan ( era orde lama & orde
baru) hingga terjadi krisis yang sangat
besar pada tahun 1997 yang membuat Indonesia mengalami gejolak stabilitas politik
dan ekonomi, yang secara empiric menimbulkan dampak yang cukup luas salah satunya
adalah tingkat pengangguran dan angka kemiskinan yang tinggi. Dengan berbagai
krisis lapangan pekerjaan yang terbatas pada sektor pekerjaan formal, dan
kurangnya skill dalam melakukan pekerjaan berbasis teknologi, banyak
orang-orang beralih kerja pada sektor informal salah satunya adalah melakukan
jasa Calo.
Calo dalam Kamus
Besar Bahasa Indonesia berarti orang yang menjadi perantara dan memberikan
jasanya untuk mengurus sebuah pekerjaan dengan harapan menerima upah. Calo juga
merupakan sebuah profesi yang dapat menguntungkan dan juga merugikan, sebagai
sebuah profesi calo kerap kali memiliki muatan negative dan kerap dipandang
sebelah mata oleh masyarakat.
Calo di Indonesia
banyak kita jumpai di berbagai sektor dan juga berbagai tingkatannya, terdapat
calo tiket, calo travel perjalanan (Darat, Udara, Laut), calo administrasi baik
di pemerintahan maupun non pemerintahan, bahkan calo akademik. Dengan realitas
yang ada calo memainkan peranan penting dalam menyelesaikan pekerjaannya,
menjamurnya jasa calo juga di imbangi dengan budaya masyarakat Indonesia yang
ingin serba instan dan juga ingin cepat tanpa mengantri hal ini akibat
birokrasi yang berbelit-belit di Indoneàsia.
Kehadiran calo
dalam bekerja juga memiliki tim atau kelompok dalam melakukan tugasnya yang
saling membantu dalam posisi dan peran yang berbeda, dan para calo juga
dibekali dengan mempunyai orang dalam menjalankan aksinya. Hal inilah yang
sering dimanfaatkan oleh oknum, mafia berdasi yang memiliki wewenang untuk melakukan
menyimpangan, dan dapat merugikan baik Negara maupun orang yang memakai jasa
calo.
Dari fenomena di
atas kita harus menyadari bahwa masih terdapat kelemahan dalam sistem manajemen
pemerintahan dan birokrasi kita, sehingga dapat dimanfaatkan oleh oknum dan
calo yang dapat menimbulkan kerugian. Dari masyarakat juga perlu memiliki sikap
integritas dan adanya etos kerja yang baik sehingga prilaku penyimpangan tidak
dapat terjadi.





