Powered By Blogger

Cari Blog Ini

Esha Farhan Manggala

Bacalah, Semoga Menjadi Inspirasi.

Debat Politik Nasional : Hima PkN 2018

Universitas Negeri Semarang.

Debat Politik : Eglostick 2018

Universitar Negeri Padang.

Debat Hukum

Universitas Muhammadiyah Aceh.

Minggu, 22 Juli 2018

Opini : ARTIS & POLITIK


REALITAS SELEBRITAS MENUJU PARLEMEN


Assalamualaikum.wr.wb

Salam sejahtera bagi kita semua, lama sudah saya tidak memberikan  tulisan, ide serta gagasan terkekang oleh mood yang jarang datang. Namun pada tulisan ini saya ingin mengulas mengenai sebuah fenomena  yaitu Caleg Para Artis, ya ditengah-tengah hingar bingar tahun politik dan semakin dekatnya pesta demokrasi 2019 memunculkan sebuah momentum bagi berbagai kalangan termasuk juga artis yang beralih menjadi bakal calon legislatif. “Riuh pemilu memanas, berhias kaum selebritas, parpol-parpol turun gunung, mengajak pesohor ganti panggung, tidak perlu keahlian popularitas faktor diutamakan” (Mata Najwa).

Menjadi sebuah pertanyaan bagi banyak orang apakah partai politik semakin terbuka atau memanfaatkan ketenaran selebriti untuk mendokrak popularitas dan meraih suara semata? Patut kita tunggu jawabannya. Memang tidak biasa kita pungkiri bahwa pengaruh orang-orang terkenal yang diusung beberapa partai, apalagi partai baru sangat mempengaruhi suara yang signifikan, seakan tokoh terkenal yang diusung sebauh partai politik akan membawa cara instan untuk memikat hati masyarakat dari pada mencetak kader dengan kualitas baik serta memumpuni, inilah yang disebut kualitas mengalahkan popularitas. Namun tidak boleh juga semata-mata kita menjustifikasi para artis tidak memiliki kualitas, integritas, loyalitas. Banyak juga artis-artis yang terbuktik mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat seperti.
Mungkin banyak para calon legislatif yang mengungkapkan dalam kampanye nya akan melayani masyarakat dengan sepenuh hati, namun politisi senior dari partai golkar Popong Otje Djundjunan (Ceu Popong) mengungkapkan bahwa tugas legislatif itu adalah memperjuangkan aspirasi masyarakat, yang melayani adalah eksekutif karena punya kewenangan dalam menggunakan dan mengelola anggaran.

Namun dari beberapa paparan diatas kita tidak boleh memandang jelek para artis sehingga berpikiran pesimis, mari kita berpikir positif apa keuntungan nya yaitu semakin banyak orang-orang yang sadar, tau dan mengerti akan politik maka makin baik sebuah sistem demokrasi dan tata negara kita, karena tidak ada lagi yang bisa dibodohi apalagi dibohongi. Inisiatif para artis perlu kita apresiasi karena berani mengambil langkah perubahan, jika negara ingin berubah maka jalur politiklah caranya, mungkin prinsip itu yang mereka pengang.

Dalam kontestasi pemilu yang dijalani para artis menjadikan cerita tersendiri kadang manis bagai gula-gula, juga perlu diingat diselalu jalan politik itu dilalui dengan cerita manis kadang banyak pahitnya apalagi dalam politik banyak kesukarannya, politik  Indonesia itu High Cost (politik berbiaya tinggi), High risk (berisiko besar), High Return (yang menggiurkan adalah meraih kembali kekuasaan).

Akhir kata saya ucapkan selamat bertarung dalam kontestasi pemilu bagi para calon semoga yang terpilih nanti mampu menjalankan amanah dan menggunakan kekuasaan sebagaimana mestinya dan bagi yang belum beruntung jadikan sebagai pembelajaran dan momentum untuk  memperbaiki diri dan terus berkarya walau tidak didalam genggam kuasa.