Powered By Blogger

Cari Blog Ini

Esha Farhan Manggala

Bacalah, Semoga Menjadi Inspirasi.

Debat Politik Nasional : Hima PkN 2018

Universitas Negeri Semarang.

Debat Politik : Eglostick 2018

Universitar Negeri Padang.

Debat Hukum

Universitas Muhammadiyah Aceh.

Rabu, 10 Januari 2018

Opini : Time for Change.!!!

HARGAI WAKTU UNTUK MENJADI BANGSA YANG  MAJU


Sesuatu yang paling jauh adalah waktu, karena waktu tidak akan pernah kembali. Kita sering mendengar kutipan bahasa inggris “Time is Money” (Waktu adalah uang), dan kutipan bahasa arab الوَقْتُ أَثْمَنُ مِنَ الذَّهَب (waktu itu lebih berharga daripada emas) , jika melihat dari kutipan diatas jelas waktu adalah sesuatu yang sangat berharga dan tak ternilai harganya. Menurut para ahli waktu adalah seluruh ragkaian peristiwa yang telah berlalu, sekarang, dan akan datang (M. Quraish Shihab: 2010). Setiap kejadian yang telah berlalu akan tercatat menjadi sejarah yang hanya akan bisa dikenang tanpa bisa diulang kembali setiap detail peristiwanya. Allah memberi manusia waktu untuk dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, bagaimana bisa kita mensia-siakan waktu yang ada untuk sesuatu yang tidak berguna dan bermanfaat ?, sungguh orang tersebut akan sangat merugi dalam hidupnya. Adapun didalam menghitung waktu juga diperlukan satuan hitung mulai dari detik, menit, dan jam. Untuk menghitung 1 menit dibutuhkan 60 detik, 1 jam dibutuhkan 60 menit.

Kita dan Jam Karet

Adapun alat penghitung waktu juga kita kenal Jam (dengan berbagai bentuk seperti jam pasir, jam manual, jam digital dll) yang mana semua orang menggunakannya untuk menentukan waktu.

Dewasa ini, di era modern yang mana berbagai kemajuan disemua bidang dapat kita rasakan. Waktu telah merubah itu semua, baik merubah kearah yang positif maupun merubah kearah negatif karenanya jangan pernah sia-siakan waktu untuk sesuatu yang tidak bermanfaat bagi kehidupan kedepan. Bagi masyarakat di negara maju mereka melakukan aktivitas dengan efektif dan efesiensi waktu yang sangat baik, sehingga apapun yang mereka lakukan selesai sesuai target.

Berbeda dengan kondisi masyarakat indonesia, kita cenderung melalaikan waktu hingga setiap kesempatan atau kegiatan kita mengalami molor waktu (suatu kondisi dimana tidak sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan), hal ini telah lama dilakukan oleh masyarakat secara berulang dan terus menerus sehingga menjadi budaya yang tidak baik dan menjadi penyakit sosial. Prilaku ini dilakukan mulai dari masyarakat biasa, kalangan akademisi hingga kalangan atas seperti (Pegawai Negri Sipil, Elit Pejabat, dll) sebagai contohnya jika suatu kegiatan ataupun surat undangan tertulis Pukul 08.00 WIB, banyak peserta undangan yang datang tidak tepat waktu bahkan ada yang datang jam 11.00 WIB. Inilah yang membuat panitia diberbagai kegiatan mengalami molor waktu didalam acara, dan juga contoh lainnya yaitu jika waktu libur / cuti kerja yang di tetapkan adalah 2 hari, banyak pegawai atau karyawan mengambil libur lebih dari hari yang telah ditetapkan.

Disiplin Waktu sebagai ciri-ciri bangsa yang maju


Dari berbagai contoh diatas bisa penulis asumsikan bahwa kebiasaan molor waktu itu timbul karena kurangnya kesadaran akan disiplin waktu, sehingga apapun waktu yang ditetapkan menjadi mengaret atau mengalami kata terlambat. Untuk itu hemat penulis, sebagai upaya meningkatkan disiplin waktu yaitu dengan cara menghilangkan prespektif “kalau bisa nanti, kenapa harus sekarang?” dan bentuklah prisip “lebih baik menunggu 30 menit, daripada terlambat 1 menit”, karena dengan prinsip inilah negara seperti amerika,jepang dan negara lainnya bisa maju. Karena sikap menghargai waktu merupakan realisasi dari disiplin hidup dan juga tujuan keberlangsungan hidup dan semoga tulisan ini dapat menginspirasi para pembaca untuk lebih memaknai pentingnya menghargai waktu, karena disiplin waktu merupakan ciri-ciri bangsa yang maju.