Editor : Esha Farhan Manggala
Masyarakat Cerdas, Politik
Berintegritas
‘Buta terburuk adalah buta Politik, orang buta Politik tidak sadar bahwa semuanya bergantung pada keputusan Politik.’
-Bertolt Brecht "Penyair" (Jerman 1898-1956)
Banyaknya prespektif negatif tentang Politik dianggap sesuatu
yang lumrah, karena ulah beberapa Politisi prilakunya semakin hari semakin memprihatinkan.
Sebut saja kasus korupsi yang dilakukan oleh elit-elit Politik, para pejabat, serta
wakil-wakil rakyat yang terjerat masalah tindak pidana dan korupsi begitu banyak
dari Sabang sampai Meurauke. Di negara demokrasi yang sekarang ini peran masyarakat
sangat penting dalam ikut serta memajukan negara ataupun daerahnya, faktor terpenting
adalah berpartisipasi dalam perpolitikan baik tingkat nasional maupun tingkat daerah.
Politik adalah Seni
Jika kita cermati, politik dalam hal ini bukanlah hal
yang kotor. Politik sejatinya adalah seni untuk mencapai sesuatu hal yang
diinginkan, baik itu yang bersifat kepentingan pribadi maupun kepentingan banyak
orang. Maka jika kita berada dalam suatu sistem sosial bermasyarakat dalam kehidupan
bernegara, tidaklah berdosa jika kita ikut dalam dunia perpolitikan. Politik juga
dapat kita ibaratkan sebagai Api, yang dimana pada satu sisi jika digunakan oleh
manusia pada saat yang tepat maka akan sangat bermanfaat, dan jika api ini digunakan
oleh orang yang salah tentu akan membawa mudarat yang besar terhadap manusia lainnya.
Kembali pada pernyataan yang disampaikan oleh Bertolt Brecht dari Jerman,
kesadaran beliau saat negaranya sebagai pencetus perang dunia kedua,
kebijakan-kebijakan politik yang dibuat oleh Adolf Hitler saat memimpin Jerman saat
itu sangat berdampak pada kondisi kestabilan negaranya sendiri bahkan juga dunia.
Terlepas dari hal diatas sebagai pengantar, kesadaran dalam berpolitik sangat penting untuk masyarakat yang mengadopsi sistem demokrasi langsung, betapa besarnya peran masyarakat dalam menentukan nasib untuk dirinya sendiri bahkan untuk generasi-generasi selanjutnya, mengapa akan sangat berpengaruh atas keputusan politik untuk generasi tersebut?
Hal ini jelas jika kita renungkan, kita memilih seseorang untuk menjadi pemimpin yang memiliki kewenangan dalam mengambil keputusan-keputusan politik yang menyangkut semua hal dalam kehidupan bermasyarakat, baik itu terkait perekonomian yang memberikan efek pada kesejahteraan yang ini nantinya berimbas pada keamanan dalam hidup bermasyarakat, keputusan politik yang diambil mengenai sumber daya alam yang ini nantinya juga berimbas kepada ekosistem alam di tempat masyarakat itu hidup. Tentu tempat yang sedang kita tempati saat ini bukan hanya saja untuk masa kita hidup sekarang, manusia-manusia yang akan hidup dimasa yang akan datang pun berhak untuk dapat menikmati indahnya alam yang diciptakan oleh Allah ini.
Pahami Politik Sebagai Pencerdasan Politik
Oleh karena itu, hemat penulis hendaknya
kita memahami apa sebenarnya politik itu dan bagaimana menjalankannya agar
bangsa kita semakin baik kedepannya, karena sekarang kita telah tiba dalam
tahun-tahun politik. Mari secara sadar kita menggunakan hak politik kita dalam memilih
calon-calon pemimpin, kita ikuti visi-misinya, track record, program-program calon
pemimpin-pemimpin kita untuk periode berikutnya, bukan lagi karena seberapa besar
sicalon memberikan uang kepada kita. Karena siapapun yang akan menjadi pemimpin
dalam suatu sistem pemerintahan nantinya, suka atau tidak suka semua akses kehidupan
kita sebagai masyarakat akan di tentukan oleh kebijakan ataupun keputusan-keputusan
politik yang akan diambil nantinya. Pada akhir tulisan ini saya ingin menyampaikan,
mari kita berdemokrasi dengan pikiran dan hati yang sehat. Satu pilihan dari
suara politikmu nantinya akan menentukan sistem pemerintahan dimasa yang akan datang,
baik ataupun buruknya. Harapan besar berada di pundak kita semua, khususnya
para pemuda untuk memperbaiki segala tatanan politik yang merusak dan masih menyengsarakan
masyarakat.
Data Penulis
Nama : Denny Wias
Mahasiswa Ilmu Politik, Universitas Syiah
Kuala





