Powered By Blogger

Cari Blog Ini

Esha Farhan Manggala

Bacalah, Semoga Menjadi Inspirasi.

Debat Politik Nasional : Hima PkN 2018

Universitas Negeri Semarang.

Debat Politik : Eglostick 2018

Universitar Negeri Padang.

Debat Hukum

Universitas Muhammadiyah Aceh.

Kamis, 18 Agustus 2022

Essai : Korelasi Strata Pendidikan dan Dunia Ketenagakerjaan

BERKULIAH UNTUK BEKERJA ATAU BERILMU?



Seperti yang kita ketahui bersama bahwa menuntut ilmu merupakan sebuah keharusan bagi setiap Insan di dunia ini. Ilmu dicari oleh setiap orang untuk meningkatkan kualitas hidupnya. Salah satu jalan didalam menuntut ilmu ialah dengan cara berkuliah. Menurut KBBI sendiri kuliah berarti  sekolah tinggi atau mengikuti pelajaran di perguruan tinggi. Kita juga sering mendengar dari berbagai pihak bahwa kuliah itu tujuannya untuk mencari pekerjaan di masa depan. Dan banyak orang pula yang berlomba-lomba untuk berkuliah di tingkatan yang lebih tinggi hingga Professor dengan mental money oriented. Namun, realitanya saat ini banyak orang yang tenggelam atas ekspektasi tersebut.

Adapula yang berkuliah hanya sekedar mencari gelar sarjana semata. Mencari gelar dengan orientasi bahwa semakin banyak gelar maka akan semakin tinggi rasa hormat dan derajat dimata orang lain. Orientasi gelar tersebut tentunya menimbulkan masalah kedepannya karena gelar-gelar dan keilmuan tersebut tidak di implementasikan kepada Bangsa dan Negara. Namun, gelar-gelar tesebut terkubur dilautan para sarjana kertas.

Para sarjana kertas yang saya maksud ialah sarjana yang terombang-ambing oleh harapan-harapan mendapat pekerjaan yang instan dari lembaga Pemerintah, perusahaan BUMN maupun perusahaan swasta. Mereka lupa bahwa potensi mereka sangat besar untuk membuat lapangan pekerjaan yang berguna bagi dirinya dan masyarakat banyak. Para sarjana ini terlahir ribuan orang setiap tahunnya. Dan ironisnya jumlah mereka menyumbang sebagian besar pengangguran di Indonesia yang saat ini mencapai angka 8.402.153 menurut data BPS tahun 2022.

            Seharusnya niat yang perlu ditanamkan bagi para sarjana maupun calon sarjana muda ketika berkuliah ialah untuk mendapatkan ilmu dan pengalaman. Bukan sebatas niat untuk mendapatkan gelar dan pekerjaan semata. Dengan memiliki mindset bahwa kuliah untuk mencari ilmu dan pengalaman, maka setiap langkah yang dilakukan seseorang ketika berada di kampus murni karena ingin menuntut ilmu bukan menuntut sebuah pekerjaan yang akan hadir dimasa depan. Pekerjaan hadir jika kita mencarinya dimasa depan ketika ilmu cukup. Ia hadir sebagai bonus bagi Mahasiswa yang telah menuntut ilmu. Dan juga tidak jarang kita mendengar banyak Mahasiswa yang dipanggil untuk kontrak di perusahaan-perusahaan atau instansi yang menginginkan mereka. Jadi, jangan merasa gundah gulana karena sang pemberi rezeki tidak meninggalkan hambanya.

            Dengan menanamkan niat tersebut juga akan membuat diri semakin yakin bahwa jalan yang ditempuh bukanlah berada dijalan yang buruk. Niat yang lurus tersebut membuat jiwa dan raga terus berproses dengan harapan mendapatkan ridha ilahi semata. Hal ini juga pernah disabdakan Nabi Muhammad S. A. W “Barang siapa menempuh satu jalan (cara) untuk mendapatkan ilmu, maka Allah pasti mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim). Hal tersebut menegaskan bahwa ilmu bukanlah alat untuk meraih kesuksesaan di dunia saja. Namun, juga di akhirat kelak.

Kita juga perlu memahami bahwa menuntut ilmu dengan cara berkuliah tidak hanya mendapatkan ilmu pengetahuan yang bersifat akademis. Disana kita bisa mendapatkan berbagai macam skill-skill yang dibutuhkan. Seperti skill bersosial, berorganisasi, berbahasa, berolahraga dan berbagai macam skill yang juga turut di fasilitasi oleh Kampus. Manfaat kemampuan skill tersebut juga diutarakan oleh Dennis Buttimer, M.Ed “Saat Anda mempelajari keterampilan baru, Anda akan menemukan lebih banyak hadiah tentang diri Anda dan meningkatkan kepercayaan diri dan rasa sejahtera Anda. Anda juga dapat memengaruhi orang lain secara positif dengan keterampilan baru Anda.”. Bukan hanya skill yang terasah, disana mental kita juga dapat terlatih dibawah tekanan keras akan tugas-tugas, skripsi ataupun kegiatan organisasi. Mental yang dahulunya ciut dapat terbangun dengan bentuk yang lebih tahan banting. Alhasil, dengan terbentuknya skill dan mental akan membuat Mahasiswa tersebut Mahasiswa tersebut terbiasa dengan situasi dan keadaan yang keras di Masyarakat dan di dunia pekerjaan. Dengan demikian apakah kita masih ragu untuk menuntut ilmu dibangku perkuliahan?

Oleh karena itu, kesimpulan yang dapat kita petik adalah bahwa kuliah yang berorientasi untuk meraih pekerjaan, gelar dan kehormatan semata tidak bisa menjadi landasan kita didalam memaknai kuliah. Karena pada dasarnya kuliah merupakan sebuah jalan kebaikan melalui jalur pendidikan yang bisa dilakukan untuk membuat perubahan besar di dalam diri dan ruang lingkup Masyarakat. Hal tersebut senada dengan ucapan Nelson Mandela “Pendidikan merupakan senjata paling ampuh untuk mengubah dunia.” - Nelson Mandela”.  


Penulis : Teuku Muhammad Maulana Akbar