DIGITALISASI SISTEM KLINIK SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN DI ERA DISRUPSI DAN ERA NEW NORMAL DI INDONESIA
Awal
tahun 2020 merupakan tantangan bagi seluruh masyarakat Indonesia dan juga
Dunia. Pandemi dan persebaran Coronavirus Disease (Covid-19) yang
berasal dari Wuhan, China telah
menyebar ke seluruh mancanegara dan banyak mengubah aspek kehidupan mulai dari sisi ekonomi, sosial, pendidikan, dan
paling utama aspek kesehatan, banyak pula orang-orang yang terjangkit melanda
pada negeri ini telah menciptakan keterbatasan dan jarak di masyarakat, salah satunnya adalah dampak sosial yang mengharuskan kita menjaga jarak fisik dan mengurangi intreraksi sosial
satu sama lain secara langsung atau tatap muka, dengan demikian terbit pula kebijakan dari pemerintah Republik
Indonesia untuk menekan angka terjangkitnya
virus corona selama pandemi mulai dari Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), PSBB Transisi, Pemberlakuan
Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat,
hingga PPKM Level 4 yang berlaku juga dengan keterbatasan disemua fasilitas umum maupun fasilitas kesehatan.
Pandemi
Covid-19 dan proses demonstrasi revolusi industri 4.0 sekarang jika dalam
leksikon Jawa disebut dengan Aji
mumpung. Karena kedua hal tersebut berjalan kompatibel. Covid-19 memaksa setiap orang untuk menjaga jarak
atau bahkan tetap dirumah guna untuk memutus
penyebaran rantai Covid-19. Maka dari itu, kesempatan ini dengan durasi
masa pandemi yang relatif normalnya
2 tahun membuat setiap orang nyaman melakukan setiap kegiatan dengan cara virtual.
Tidak dapat di mungkiri
bahwa palu godam covid-19 menghantam berbagai dimensi kehidupan mulai dari yang paling
fundamental yaitu ekonomi dan pendidikan dan kesehatan misalnya. Setiap aktivitas
manusia jika salah satu terhenti
pastinya akan mengalami
contagion effect misalnya yang paling berpengaruh adalah ekonomi dan kesehatan.
Situasi New Normal dan Gaya Hidup Digital
Dalam situasi yang terbatas tentunya kita tidak bisa stagnan dalam satu sisi dan efek pandemi melanda membuat orang-orang terus melakukan berbagai cara untuk keluar dari situasi genting ini dan melakukan pembiasaan baru yang disebut dengan new normal, di era disrupsi revolusi industri 4.0 saat ini manusia juga terus melakukan inovasi berbasis online yang didukung oleh massifnya penggunaan IoT (Internet of Thing) dalam pendidikan, jasa pelayan dan pekerjaan menggunakan basis teknologi dan digital secara virtual, digitalisasi layanan kesehatan sudah dimulai dan digaumi sejak lama, sebelum pandemi di negeri ini ada. Ada banyak sekali klinik dan rumah sakit yang ingin melakukan langkah digitalisasi, namun dari mereka masih belum memiliki kelengkapan dan sarana pendukung seperti aplikasi sendiri dan belum menemukan platfrom yang tepat untuk melakukannya dan kurangnya sumberdaya serta belum memadainya fasilitas sebagai penunjang kemudahan dalam pelayanan kesehatan.
Masyarakat
saat ini memerlukan pelayanan kesehatan yang aman, nyaman, dan juga cepat serta praktis tanpa harus berbelit dengan
administrasi yang terlalu panjang serta anti-ribet. Dengan cepatnya arus teknologi dan informasi ini membuat permasalahan diatas dapat teratasi
dengan mudah dalam satu gengaman
dalam bentuk aplikasi
digital untuk memudahkan pasien dalam melakukan proses digitalisasi klinik
dapat berjalan dengan
cepat.
Kehadiran
klinik digital dapat membantu dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan secara mudah dan praktis, yang mana dalam
era big data sudah seharusnya bidang
kesehatan baik di rumah sakit ataupun
klinik kesehatan harus melakukan aktivitasnya berbasis Go Digital agar
efektif dan efesien serta menekan biaya yang lebih terjangkau.
Kemudahan
dalam digitalisasi klinik ini salah satunya dapat berkoordinasi yang lebih baik antara dokter dengan pasien yang memudahkan pasien untuk menyimpam
dan melihat riwayat pengobatan yang mereka lakukan,
dan menjadi operasional harian yang lebih baik
seperti jadwal dokter
pemeriksaan dokter.
Maka kehadiran aplikasi
dan platform yang dapat memberikan kemudahan dalam mengatur data rekam medis, apotek dan rumah
sakit dengan harga yang sangat
terjangkau untuk klinik dan rumah sakit yang
berbasis web, dan juga menyediakan fitur reservasi
untuk pengelolaan lebih sederhana dan simple, harian pendaftaran pasien
seperti rekam medis elektronik untuk memudahkan dokter dalam melakukan
rekam medis pasien, apotek dan kasir
untuk mempercepat proses antrian dalam mengambil obat-obatan, terdapat
Enterprise Resource Planning (ERP)
analisis bulanan bisnis,
akuntansi dan inventaris.
Digitalisasi dapat membantu dan mendorong pelayanan
kesehatan menjadi sangat lebih efektif dan efesien, manfaat dari
digitalisasi pada layanan kesehatan antara lain ; kemudahan bertemu dengan dokter karena pasien tentu
akan lebih senang jika dapat mengetahui praktek jadwal dokter yang sudah transparansi penjadwalan dan sistem konfirmasi booking
yang
teratur. Dengan layanan Kesehatan yang sudah terhubung secara digital ini jika pasien ingin melakukan pemeriksaan dapat terkonfirmasi melalui sistem perjanjian online yang tersedia di website yang bisa di akses dimanapun dan kapan pun.
Klinik Digital Sebagai Solusi Konkrit Efesiensi Birokrasi
Maka
oleh karena itu proses digitalisasi klinik menjadi katalis sekaligus inovasi
mutakhir dalam dunia medis. Selain efisiensi dan efektifitas, dimasa pandemi ini
proses konversi aktivitas manusia
terutama perihal kesehatan kedalam dunia virtual merupakan opsi alternatif paling baik untuk menekan penyebaran virus
dan disisi lain efek domino dari pada proses
digitalisasi ini sangatlah
terasa manfaatnya. Beberapa
diantara lain seperti
terfilternya informasi terkait
kesehatan tidak seperti di google rimbanya informasi yang tidak terfilter, adanya klinik digital memungkinkan pasien
mengeksplorasi berbagai spesifikasi dan indikasi penyakit, cara pencegahan, konsultasi tanpa harus mengantri yang
makin berdampak pada ratio angka
positif covid, bertanya secara leluasa tanpa hambatan jarak dan waktu yang
dalam idiom Michael Hayden teknologi
disebut berfungsi sebagai
“The annihilation of space throught time” atau upaya memanipulasi waktu tempuh maka dari ini proses digitalisasi klinik menghancurkan atau mendebirokratisasi prosedural klinik
yang membosankan dan tidak menjawab
tantangan zaman.

0 komentar:
Posting Komentar