Powered By Blogger

Cari Blog Ini

Rabu, 16 Februari 2022

ARTIKEL KESEHATAN

 

DIGITALISASI SISTEM KLINIK SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN DI ERA DISRUPSI DAN ERA NEW NORMAL DI INDONESIA



Awal tahun 2020 merupakan tantangan bagi seluruh masyarakat Indonesia dan juga Dunia. Pandemi dan persebaran Coronavirus Disease (Covid-19) yang berasal dari Wuhan, China telah menyebar ke seluruh mancanegara dan banyak mengubah aspek kehidupan mulai dari sisi ekonomi, sosial, pendidikan, dan paling utama aspek kesehatan, banyak pula orang-orang yang terjangkit melanda pada negeri ini telah menciptakan keterbatasan dan jarak di masyarakat, salah satunnya adalah dampak sosial yang mengharuskan kita menjaga jarak fisik dan mengurangi intreraksi sosial satu sama lain secara langsung atau tatap muka, dengan demikian terbit pula kebijakan dari pemerintah Republik Indonesia untuk menekan angka terjangkitnya virus corona selama pandemi mulai dari Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), PSBB Transisi, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, hingga PPKM Level 4 yang berlaku juga dengan keterbatasan disemua fasilitas umum maupun fasilitas kesehatan.

Pandemi Covid-19 dan proses demonstrasi revolusi industri 4.0 sekarang jika dalam leksikon Jawa disebut dengan Aji mumpung. Karena kedua hal tersebut berjalan kompatibel. Covid-19 memaksa setiap orang untuk menjaga jarak atau bahkan tetap dirumah guna untuk memutus penyebaran rantai Covid-19. Maka dari itu, kesempatan ini dengan durasi masa pandemi yang relatif normalnya 2 tahun membuat setiap orang nyaman melakukan setiap kegiatan dengan cara virtual.

Tidak dapat di mungkiri bahwa palu godam covid-19 menghantam berbagai dimensi kehidupan mulai dari yang paling fundamental yaitu ekonomi dan pendidikan dan kesehatan misalnya. Setiap aktivitas manusia jika salah satu terhenti pastinya akan mengalami contagion effect misalnya yang paling berpengaruh adalah ekonomi dan kesehatan.

Situasi New Normal dan Gaya Hidup Digital

Dalam situasi yang terbatas tentunya kita tidak bisa stagnan dalam satu sisi dan efek pandemi melanda membuat orang-orang terus melakukan berbagai cara untuk keluar dari situasi genting ini dan melakukan pembiasaan baru yang disebut dengan new normal, di era disrupsi revolusi industri 4.0 saat ini manusia juga terus melakukan inovasi berbasis online yang didukung oleh massifnya penggunaan IoT (Internet of Thing) dalam pendidikan, jasa pelayan dan pekerjaan menggunakan basis teknologi dan digital secara virtual, digitalisasi layanan kesehatan sudah dimulai dan digaumi sejak lama, sebelum pandemi di negeri ini ada. Ada banyak sekali klinik dan rumah sakit yang ingin melakukan langkah digitalisasi, namun dari mereka masih belum memiliki kelengkapan dan sarana pendukung seperti aplikasi sendiri dan belum menemukan platfrom yang tepat untuk melakukannya dan kurangnya sumberdaya serta belum memadainya fasilitas sebagai penunjang kemudahan dalam pelayanan kesehatan.

Masyarakat saat ini memerlukan pelayanan kesehatan yang aman, nyaman, dan juga cepat serta praktis tanpa harus berbelit dengan administrasi yang terlalu panjang serta anti-ribet. Dengan cepatnya arus teknologi dan informasi ini membuat permasalahan diatas dapat teratasi dengan mudah dalam satu gengaman dalam bentuk aplikasi digital untuk memudahkan pasien dalam melakukan proses digitalisasi klinik dapat berjalan dengan cepat.

Kehadiran klinik digital dapat membantu dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan secara mudah dan praktis, yang mana dalam era big data sudah seharusnya bidang kesehatan baik di rumah sakit ataupun klinik kesehatan harus melakukan aktivitasnya berbasis Go Digital agar efektif dan efesien serta menekan biaya yang lebih terjangkau.

Kemudahan dalam digitalisasi klinik ini salah satunya dapat berkoordinasi yang lebih baik antara dokter dengan pasien yang memudahkan pasien untuk menyimpam dan melihat riwayat pengobatan yang mereka lakukan, dan menjadi operasional harian yang lebih baik seperti jadwal dokter pemeriksaan dokter.

Maka kehadiran aplikasi dan platform yang dapat memberikan kemudahan dalam mengatur data rekam medis, apotek dan rumah sakit dengan harga yang sangat terjangkau untuk klinik dan rumah sakit yang berbasis web, dan juga menyediakan fitur reservasi untuk pengelolaan lebih sederhana dan simple, harian pendaftaran pasien seperti rekam medis elektronik untuk memudahkan dokter dalam melakukan rekam medis pasien, apotek dan kasir untuk mempercepat proses antrian dalam mengambil obat-obatan, terdapat Enterprise Resource Planning (ERP) analisis bulanan bisnis, akuntansi dan inventaris.

Digitalisasi dapat membantu dan mendorong pelayanan kesehatan menjadi sangat lebih efektif dan efesien, manfaat dari digitalisasi pada layanan kesehatan antara lain ; kemudahan bertemu dengan dokter karena pasien tentu akan lebih senang jika dapat mengetahui praktek jadwal dokter yang sudah transparansi penjadwalan dan sistem konfirmasi booking yang


teratur. Dengan layanan Kesehatan yang sudah terhubung secara digital ini jika pasien ingin melakukan pemeriksaan dapat terkonfirmasi melalui sistem perjanjian online yang tersedia di website yang bisa di akses dimanapun dan kapan pun. 

Klinik Digital Sebagai Solusi Konkrit Efesiensi Birokrasi

Maka oleh karena itu proses digitalisasi klinik menjadi katalis sekaligus inovasi mutakhir dalam dunia medis. Selain efisiensi dan efektifitas, dimasa pandemi ini proses konversi aktivitas manusia terutama perihal kesehatan kedalam dunia virtual merupakan opsi alternatif paling baik untuk menekan penyebaran virus dan disisi lain efek domino dari pada proses digitalisasi ini sangatlah terasa manfaatnya. Beberapa diantara lain seperti terfilternya informasi terkait kesehatan tidak seperti di google rimbanya informasi yang tidak terfilter, adanya klinik digital memungkinkan pasien mengeksplorasi berbagai spesifikasi dan indikasi penyakit, cara pencegahan, konsultasi tanpa harus mengantri yang makin berdampak pada ratio angka positif covid, bertanya secara leluasa tanpa hambatan jarak dan waktu yang dalam idiom Michael Hayden teknologi disebut berfungsi sebagai The annihilation of space throught time” atau upaya memanipulasi waktu tempuh maka dari ini proses digitalisasi klinik menghancurkan atau mendebirokratisasi prosedural klinik yang membosankan dan tidak menjawab tantangan zaman.

0 komentar:

Posting Komentar