Peran pemuda menghadapi era
disrupsi sebagai bagian proses revolusi industry 4.0 menuju globalisasi
Memperingati momentum sumpah
pemuda yang sudah di usia 90 Tahun (28 Oktober 1928-2018) menjadikan refleksi
bagi kita bahwa pemuda berdampak signifikan bagi kemajuan bangsa, pemuda juga
menjadi tonggak sejarah berdirinya Negara Republik Indonesia ini, peran pemuda
juga menjadikan Indonesia ini terbebas dari rezim tirani saat orde baru tepat
pada 21 Mei 1998 Reformasi besar terjadi di negeri ini. Seiring perkembangan
zaman, dimana kita sudah memasuki era modern dengan digitalisasi, teknologi
informasi, yang sering disebut era disrupsi, ini harus menjadi perhatian khusus
agar generasi muda mampu beradaptasi seiring perkembangan zaman.
Jika kita perhatiakan pemuda
hari ini sangat berbeda dengan generasi sebalumnya yang belum mengenal
teknologi secanggih saat ini, adapun generasi muda itu dapat kita bedakan
menjadi Generasi digital natives dan Generasi Immigrants ; Generasi digital
natives adalah generasi yang lahir dimana teknologi sudah berada di
lingkungannya (dimulai tahun 1990). Sedangkan generasi digital immigrants
adalah generasi yang lahir sebelum 1990.
Saat ini digital natives
adalah hal lumrah, karena memang zaman yang berbeda antara generasi digital natives
dan digital immigrants membuat mereka beradaptasi
Generasi digital native
tidak suka bertele-tele. Menurut Christovita Wiloto yang menulis artikel:
Generasi Y & Z dan Matinya “Middle Man”, pemimpin sekarang langsung
berkomunikasi dengan rakyatnya. Tidak ada lagi yang namanya perantara. Kalau
jaman dulu ada orang yang kaya raya karena bisa menjadi penghubung ke selebriti
dan orang-orang yang punya jabatan sampai lingkaran istana, maka sekarang tidak
perlu lagi. Lewat media sosial mereka bisa berhubungan langsung menyampaikan
keluhan dan ide-idenya.
Teknologi
untuk kemajuan bangsa
Pada
saat ini teknologi pada era disrupsi, dan berada pada tahapan revolusi industry
4.0 yang menggantukan diri pada Internet of Things (IOT) dan interkonesi
digital sudah selayaknya seperti media social, industri, menjadi suatu hal yang
memiliki peran penting dalam kehidupan generasi muda dan perkembangannya sangat
pesat. Berkembangnya teknologi yang maju pada saat ini berdampak pada semakin
terbukanya akses yang semakin meluas. Keadaan ini memicu fenomena globalisasi
yang merupakan hasil dari perkembangan teknologi di bidang telekomunikasi yaitu
internet dan mobilephone, serta industri pada produk-produk komsumsi yang
memberi dampak pada semakin kaburnya batas-batas antar negara dan semakin
cepatnya arus global. Seperti yang kita ketahui bahwa Indonesia adalah negara
dengan kepadatan penduduknya. Pemuda di Indonesia yang banyak jumlahnya, tentu
saja juga memiliki peranan penting bagi bangsa Indonesia yang sedang menata
diri untuk menjadi bangsa yang lebih maju. Jika pemuda indonesia yang banyak
ini dapat diberdayakan dengan maksimal, tentu saja itu dapat menjadi mata
tombak indonesia untuk menuju bangsa yang lebih maju. Ditambah dengan adanya
kecanggihan teknologi yang sudah menjadi konsumsi harian pemuda indonesia kini.
Dengan didukung populasi yang besar dalam jumlah pengguna internet yang terus
meninggkat, Indonesia terus bergerak menjadi ekosistem digital di Asia,
dilansir dari data Asosiasi Penyelenggara Internet Indonesia (APJII)
menyebutkan sekitar 143,26 Juta orang Indonesia menggunakan internet pada akhir
2017. Era digital memang menjadi tren positif dalam berbagai hal untuk
berinovasi. Bahkan, pekerjaan yang dulunya sangat rumit kini dipermudah oleh
teknologi dengan segala kecanggihannya.
Menjadi Pemuda Visioner Fundamental
Dengan
berbagai fitur dan segala keelokannya, teknologi hadir menjadi jamur yang
mewabah dan liar untuk dikendalikan. Apalagi, diera zaman yang disebut milenial
atau generasi Z ini dituntut untuk up to date, instan, praktis, mode, trendi,
hingga aktif bermedia sosial. Dengan demikian, pemuda saat ini mesti mengikuti
zamannya. Sebab lingkungan yang berubah drastis itu mesti ditanggapi dengan
bijak dengan berpikir dan merasakan atas perubahan yang ada. Atau bahkan,
kadang kita mesti melakukan sesuatu hal yang tidak biasanya, yakni berpikir
dengan hati dan merasakan dengan pikiran.
Oleh
karena itu, pemuda tak boleh lengah atas capaian teknologi yang dapat berubah
begitu cepatnya. Pemuda harus hadir dari sisi yang lain untuk bermanuver atau
bahkan melakukan terobosan-terobosan baru dalam melakukan adaptasi dengan
perubahan teknologi. Jika tidak demikian, maka negara dan bangsa ini yang
berharap kepada kaum muda untuk mencapai Indonesia Emas tahun 2045 hanya isapan
jempol belaka. Butuh kerja keras, kerja nyata dalam menggembleng harkat dan
martabat diri kedalam jiwa untuk melakukan tindakan-tindakan kecil yang bisa
dipetik dimasa depan.
Sebab
pemuda adalah cahaya impian dimasa depan, maka hendaklah mengambil peran dalam
berbagai hal. Tidak boleh diam dengan merasa puas atas capaian hari ini, tapi
mesti merasakan indahnya masa depan. Bahkan, tidak boleh terlena oleh
kenikmatan hari ini, sebab kadang kesuksesan datang ketika berani keluar dari
zona nyaman. Salah satunya adalah mengambil peran dalam politik. Sebab kita
tahu bersama, tahun ini adalah tahun politik di Indonesia hingga tahun 2019
mendatang. Tentu politik dengan cara-cara yang dibenarkan. Sebab dalam politik
sangat erat dan dekat dengan kepentingan sehingga bekalilah diri dengan aturan
yang sesuai dengan konstitusi.
Peran
yang lain pun tidaklah kalah menariknya, yakni pendidikan. Untuk mencapai
Indonesia Emas 2045 tidak bisa digapai hanya dengan bermodalkan satu atau dua
orang saja. Melainkan butuh kerjasama dalam perbedaan dan keberagaman, kemudian
memayungi diri dengan Bhineka Tunggal Ika dan Pancasila. Dan ketiga adalah
berperan dalam era digital itu sendiri. Jika para pemuda tidak mampu berinovasi
dengan melalui teknologi, maka peran yang mesti diambil adalah memanfaatkan
teknologi secara bijak dan terarah. Membuat catatan-catatan dimedia sosial yang
bermanfaat, hingga mengambil peran dalam melawan hoax. Bahkan, mengambil peran
sebagai jurnalis warga melalui media sosial yang bermanfaat untuk orang
disekitar akan sangat diapresiasi dibandingkan menjadi pengguna media sosial
dengan hanya sekedar up to date. Apalagi sekarang ini ada undang-undang ITE
yang dapat menjerat kapan saja bagi yang kurang bijak dan tidak hati-hati.
Mari
bersumpah wahai para Pemuda Bangsa untuk mencapai generasi emas 2045 dengan
bertindak bukan berteori, bekerja bukan beropini, melakukan hal kecil untuk
menemukan hal besar, mengedepankan kejujuran serta integritas, dan mengagungkan
kepercayaan atas diri sendiri dan orang lain.


0 komentar:
Posting Komentar