Powered By Blogger

Cari Blog Ini

Selasa, 26 Desember 2017

Opini : 13 Tahun Tragedi Tsunami Aceh

Tsunami, Kebangkitan Aceh Menuju Negeri Yang Bermartabat

Peristiwa yang sangat memilukan terjadi di bumi serambi Mekkah, Aceh. Gempa bumi dan Tsunami Aceh yang terjadi pada hari Minggu pagi, 26 Desember 2004. Kurang lebih 700.000 nyawa melayang dalam sekejap di seluruh tepian dunia yang berbatasan langsung dengan samudra Hindia. Di daerah Aceh merupakan korban jiwa terbesar di dunia dan ribuan banguan hancur lebur serta rata dengan tanah hingga membuat pondasi ikut terangkat, ribuan pula mayat hilang dan tidak di temukan dan ribuan pula mayat yang di kuburkan secara masal.
Gempa terjadi pada waktu tepatnya jam 7:58:53 WIB. Pusat gempa terletak pada bujur 3.316° N 95.854° E kurang lebih 160 km sebelah barat Aceh sedalam 10 kilometer. Gempa ini berkekuatan 9,3 menurut skala Richter dan dengan ini merupakan gempa Bumi terdahsyat dalam kurun waktu 40 tahun terakhir ini yang menghantam Aceh, Pantai Barat Semenanjung Malaysia, Thailand, Pantai Timur India, Sri Lanka, bahkan sampai Pantai Timur Afrika.
Kekuatan gempa pada awalnya dilaporkan mencapai magnitude 9.0. Pada Februari 2005 dilaporkan gempa berkekuatan magnitude 9.3. Meskipun Pacific Tsunami Warning Center telah menyetujui angka tersebut. Namun, United States Geological Survey menetapkan magnitude 9.2. atau bila menggunakan satuan seismik momen (Mw) sebesar 9.3.
Kecepatan rupture diperkirakan sebesar 2.5km/detik ke arah antara utara - barat laut dengan panjang antara 1200 hingga 1300 km. Menurut Koordinator Bantuan Darurat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Jan Egeland, jumlah korban tewas akibat badai tsunami di 13 negara (hingga minggu 2/1/2005) mencapai 127.672 orang.
Kejadian ini membuat kita membuka mata dan hati kita bahwa kuasa tuhan itu diatas segala kehendak manusia, tidak ada yang bisa kita lakukan selain berdoa agar bisa diberi keselamatan atas tragedi ini. Tsunami juga momentum yang menjadikan Aceh untuk berubah kearah yang lebih baik, Aceh lebih di kenal oleh dunia yang bisa membuat masyarakat bangkit dari keterpurukan setelah dilanda konflik panjang.


Bala Bantuan Sosial Menuju Aceh Bangkit
           


         Pasca terjadinya tsunami, Aceh terus didatangi bantuan baik dari pemerintah nasional maupun bantuan dari negara luar, sekitar 35 negara ikut membantu Aceh dalam pemulihan setelah terjadinya tsunami. Tidak hanya dari instansi pemerintahan yang ikut membantu tapi juga Lembaga Swadaya Masyarakat/Non Goverment Organization baik di dalam dan luar negri terus berdatangan memberikan bantuan baik berupa uang, barang, maupun andil berupa tenaga. Semua orang ikut merasakan apa yang dirasakan Aceh, semua orang datang untuk membantu Aceh. Oleh karenanya pemerintah Indonesia saat itu membebaskan visa untuk warga negara luar yang ingin datang ke Aceh. 
Sebagai langkah untuk percepatan pembangunan serta pemulihan  di Aceh pemerintah juga membentuk suatu lembaga yang di beri nama BRR (Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi). Dengan kinaerja semua pihak yang terkait baik instansi pemerintahan, LSM/NGO maupun masyarakat, bersama-sama ikut berbenah menata Aceh yang lebih baik sehingga proses pembangunan dan pemulihan juga lebih cepat.

Tsunami Sebagai Refleksi Kehidupan

Banyak hikmah yang dapat di ambil dari tragedi tsunami, dibalik duka dan pilu yang dirasakan oleh masyarakat Aceh, ada satu harapan yang muncul sebagai upaya menjadikan Aceh lebih bermartabat dimata dunia, ketegaran yang dihadapi sudah cukup membutikan itu semua. Sebagai momentum dalam peringatan 13 tahun tsunami ini, marilah sama-sama kita menjadi insan yang lebih baik lagi dan ambil pelajaran berharga dari setiap kejadian yang menimpa kita dan tujukan bahwa Aceh itu mampu bangkit menuju negri yang bermartabat. 

0 komentar:

Posting Komentar