Hambatan Mahasiswa dalam menyelesaikan Tugas
Akhir (Skripsi)
Baik. Teman-teman hari ini penulis ingin menjabarkan
apasaja hambatan-hambatan yang dilalui mahasiswa sehingga cenderung terlambat
dalam menyelesaikan tugas akhir hingga terlambat di wisuda, yaps tujuan perkuliahan
selain mencari ilmu pengetahuan juga meraih gelar baik sarjana, magister,
maupun doktor. Gelar akademisi kerap kali dipakai sebagai persyaratan untuk
meraih perkerjaan, gelar akademisi juga dapat meningkatkan strata sosial
seseorang maka dari itulah banyak orang yang ingin sekali kuliah. Beruntunglah
seseorang jika dapat merasakan bangku perkuliahan karena tidak semua orang
dapat merasakan bangku perkuliahan.
Dewasa ini, kita sering melihat bagaimana mahasiswa
berdinamika dikampus dengan berbagai macam modelnya. Banyak juga hingga detik
ini masih banyak mahasiswa tua (melewati semester 8) berkeliaran dikampus yang
belum menyelesaikan tugas akhirnya (Skripsi). Banyak faktor yang menyebabkan
seserang telat menyelesaikan tugas akhirnya, berikut akan penulis jabarkan :
Faktor-faktor penghambat dalam penyelesaian skripsi dari
faktor internal dan eksternal meliputi:
A. Motivasi Individu
Dalam menyelesaikan sebuah skripsi itu
terletak pada diri individu untuk cepat selesai tepat waktu atau terlambat,
rajin menjadi faktor kuncinya. Motivasi orang orang terdekat juga dapat
mempengaruhinya karena faktor lingkungannya untuk menyelesaikan sebuah skripsi.
B. Mencari Materi atau Judul Skripsi
Berdasarkan hasil pengamatan yang penulis
lakukan dapat diketahui kesulitan yang dihadapi mahasiswa dalam mencari materi
atau judul skripsi yang akan diangkat untuk diajukan sebagai judul disebabkan
kesungguhan, perhatian dan semangat mahasiswa yang kurang dalam mengajukan
judul skripsi, kemampuan mahasiswa yang kurang dalam mengajukan ide atau judul yang
rasional dan kreatif, mahasiswa kurang paham dalam menyusun ide atau gagasan
sehingga sulit untuk dipahami oleh dosen ide yang diajukan serta belum paham
permasalahan apa yang akan diangkat untuk dijadikan judul skripsi. Hal di ini
harus didukung adanya motivasi mahasiswa dalam mencari materi atau judul
skripsi sehingga mahasiswa paham masalah apa yang akan diangkat untuk dijadikan
judul skrispi sehingga judul yang diajukan menarik dan dapat diterima oleh
dosen. Menurut Darmono (2002: 72) “Masalah muncul karena adanya tantangan,
adanya celah antara harapan dan kenyataan, baik antara kegiatan atau fenomena
yang telah ada ataupun yang akan ada”.
C. Permasalahan dengan Dosen Pembimbing Saat
Konsultasi
Skripsi Hasil penelitian yang terkait dengan
hambatan saat konsultasi dengan dosen pembimbing tidak terlepas dari adanya
komunikasi yang terjalin baik antara mahasiswa dengan dosen pembimbing skripsi.
Permasalahan yang dihadapi oleh mahasiswa terkait hal ini adalah tidak terjadwalnya
waktu bimbingan sehingga mahasiswa sulit menemui dosen pembimbing, ada rasa
takut dan tidak berani saat konsultasi dengan pembimbing karena takut salah
lagi dalam perbaikan skripsi, tidak sesuai perbaikan yang disarankan oleh
pembimbing dan kemampuan mahasiswa yang kurang dalam berkomunikasi dengan dosen
pembimbing menyebabkan apa yang akan disampaikan oleh mahasiswa sulit untuk
diutarakan Terjalinnya hubungan komunikasi yang baik antara dosen dan mahasiswa
merupakan jalan yang mudah dalam menyelesaikan skripsi, mahasiswa yang dapat
memahami situasi dan keadaan saat konsultasi skripsi, menepati janji dengan
dosen pembimbing, rajin memperbaiki skripsi sesuai saran dari dosen pembimbing
akan dapat melaksanakan proses bimbingan dengan cepat. Hal tersebut diungkapkan Sarwono (1997: 193) “Salah satu faktor
penentu positif negatifnya suatu hubungan adalah komunikasi, karena komunikasi
merupakan salah satu komponen pembentuk hubungan interpersonal”. Menurut
Rahkmat (1998: 14) Komunikasi interpersonal yang efektif menyebabkan dua
individu yang tergabung dalam proses komunikasi, sehingga mendorong tumbuhnya
sikap saling terbuka, sebaliknya bila komunikasi interpersonal berjalan tidak
efektif maka menyebabkan pelaku komunikasi mengembangkan sikap tegang. Dengan
adanya keterbukaan mahasiswa dalam berkomunikasi dengan dosen pembimbing akan
memudahkan dosen untuk memahami maksud dari keluhan dan permasalahan yang
disampaikan oleh mahasiswa. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa komunikasi
merupakan faktor yang penting dalam hubungan interpersonal. Tujuan komunikasi
tidak akan tercapai jika komunikasi tidak berjalan efektif. Efektivitas
komunikasi interpersonal akan tercapai apa lagi terjalin hubungan yang baik
antara mahasiswa dan dosen pembimbing.
D. Lembaga atau Organisasi
Banyak mahasiswa seakan terlena dengan
kegiatan-kegiatan yang ditawarkan oleh lembaga atau organisasi sehingga membuat
banyak mahasiswa dengan julukan aktivis telat menyelesaikan kewajiban
akademiknya. Tuntutan serta amanah jabatan dalam lembaga atau organisasi tersebut
menjadi kendala bagi sebagaian besar mahasiswa.
Demikianlah sedikit penjabaran yang dapat penulis paparkan, semoga ini
menjadi semangat teman-teman yang sedang menyusun tugas akhirnya agar kendala
dan hambatan yang penulis paparkan jadi pembelajaran bagi kita semua. Hemat saya,
tingkatkan lagi semangat dalam menyelesaikan skripsi dan perbaiki manajemen
diri serta waktu untuk membagi antara aktivitas akademik dengan aktivitas
non-akademik, karena pada hakikatnya ilmu dapat diraih dimana saja.


Hambo ckcckkckc
BalasHapus